Sinar rontgen lazim dipakai dalam
dunia kedokteran. Gelombang elektromagnetik yang dipancarkannya antara lain
dimanfaatkan mendiagnosis beragam penyakit dan menghancurkan tumor ganas pada
pengobatan radoiterapi. Dikalangan industry, sinar yang ditemukan oleh Wilhem
Conrad Rontgen pada tahun1896 itu dipakai antara lain untuk mengukur
ketebalan benda, mencari kerusakan-kerusakan tersembunyi, hingga mengetahui
komposisi lapisan kayu.
Beragam
fungsi itu pula mendorong Australia National Botanic Gardens pada tahun agustus
2005 memanfaatkan sinar rontgen untuk mengetahui strucktur dan model interaksi
dalam tubuh Myrmecodia becarii. Jenis itu dipilih karena merupakan endemic di
utara Australia. Melalui mesin x-ray computed tomography yang dirancang oleh
Australian National University Supercomputer Facility, isi perut myrmecodia itu
dapat dilihat tanpa perlu membelahnya.
Melalui
tembakan sinar x – sebutan lain sinar rontgen yang terkoneksi dengan computer,
penampang myrmecodia dalam bentuk 3 dimensi terlihat di layar monitor. Di sana
tampak semua lubang dan rongga myrmecodia berwarna biru muda. Warna kuning
menandakan daging buah. Kulit luar terlihat bercorak abu-abu. Dalam bentuk
trigatra itu ketebalan daging buah hingga kedalaman rongga diukur hingga satuan
millimeter. Australia National Botanic Gardens meyakini penelitian itu akan
sangat berguna menyibak sifat-sifat morfologi myrmecodia yang hingga kini belum
banyak terungkap. (Dian Adijaya)



