Blogger Widgets


Senin, 06 Februari 2012

Menyatukan Serpihan Cinta


     Memang tak mudah melupakan dosa perselingkuhan. Rican Association For Marriage And Family menuliskan, 25% pasangan kekasih sulit mengatasi hal ini. Bagi sebagaian pasangan, Putus/mengakhiri hubungan adalah jalan terbaik mengakhiri sakit hatinya. Sementara sebagian lainnya menganggap putus/mengakhiri hubungan bukan sebuah solusi. Selama masih bisa mempertahankan hubungan yang dibangun, kenapa tidak ? dalam hal ini pemulihan hubungan antar pasangan menjadi amat penting.
             
Menurut kingkin mensyaratkan tiga dimensi yang harus ditingkatkan.

Dimensi Pertama Adalah cara berkomunikasi.

Ini terkait erat dengan upaya memperluas wawasan. Permasalahan yang terjadi, sang pria/ wanita kerap meninggalkan kekasihnya di landasan.

Pasangan ini jarang mentransfer pengalaman mereka masing-masing,misalnya mengambil kebijakan, mereka hanya memilih hal-hal ringan ketika berbicara.
Dengan cara gandeng tangannya untuk melihat bunga mawar yang ditanamnya. “Pohon mawarku berbunga nich. Tau gak ini tandanya apa ?”

  Dimensi Kedua Adalah Ruhiyah
     
      Tumbuhkan jiwa pemaaf. Kurangi amarah. Sebab takkan sampai suatu pesan kalau disampaikan dengan amarah

ΓΌ  Dimensi Ketiga Adalah Iman

Dimensi ini paling penting untuk ditingkatkan. Ajak pasangan anda  untuk mengisi  spiritualitas diri lewat pengajian, ziarah ke ulama besar dan lain sebagainya.

      Sudah selesai masalahnya ? tentu saja belum ! Karena masih ada trauma  yang menyisa dalam jiwa. Tak bisa dipungkiri, ibarat sebuah kaset, trauma perselingkuhan akan berputar manakala hadir hal-hal yang memicunya.
       
Pambadjeng Budho Mastikosari  menyarankan agar penyebab perselingkuhan dicari dan dituntaskan penyelesaiannya. Kalau ini sudah dituntaskan, maka trauma dapat dihindarkan. Tapi itu saja tak cukup, butuh bukti yang menyakinkan bahwa pelaku selingkuh benar-benar menyesali kesalahannya. Umumnya ia akan menggandakan cintanya pada pasangannya untuk menutupi rasa bersalahnya.
            Untuk korban selingkuh ?

“Cobalah menyerahkan masalah kita pada Allah bahwa musibah itu terjadi dalam diri kita pasti karena Allah mengizinkannya. Yang harus digali sekarang adalah hiikmah dibalik musibah itu. Misalnya kalau tak terjadi hal itu, mungkin ia takkan merasakan rapel cinta dari pasangannya atau mungkin ia masih tetap seorang kekasih yang disepelekan pasangannya,” ujar Kingkin
             
      Sekali lagi memang tak mudah. Semua itu tergantung anda dalam mengelola pilihan anda. Putus/mengakhiri hubungan menyisakan tangis.
             
     Suatu Hubungan adakah sebuah proses belajar. Layaknya orang belajar. Ada kalanya kita harus berbenturan dengan hal-hal yang tidak menyenangkan. Berusaha menyingkapinya dengan positif adalah jalan keluar yang terbaik.
           
     Memang, pengalaman yang kejam telah menorehkan luka di hati. Tapi jangan menyerah untuk melawannya. Mengingat cinta dan kebaikan pasangan dapat menjadi terapi untuk menundukkan hati yang terluka. Barangkali menyimak syair Syekh Sa’di Syirazi dapat mengingatkan kembali betapa pasangan kita adalah teman hidup yang sangat kita inginkan. ”Aku hanya mengikatkan hatiku pada hatimu, tiada memperdulikan dunia lain.”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

My Facebook

jangan lupa kasih makan ya !